Programmer Promosi Jabatan, Bukan Perkara Mudah

Posted: April 12, 2011 in My Life

Promosi jabatan mungkin idaman setiap karyawan swasta maupun negeri. Ya, ‘salah satu’ parameter cemerlangnya karir seseorang adalah adanya jabatan yang diembannya. Segenap kemampuan dikerahkan, terkadang mungkin terpaksa ‘menyikut’ teman sendiri (kalau yang ini jangan ditiru), demi meraih simpati atasan. Tidak ada salahnya memiliki harapan untuk memiliki jabatan di Perusahaan anda, saya tidak akan melarang anda sepanjang menggunakan cara-cara yang ‘fair’.

Jabatan itu tak ubahnya sebuah mahkota yang menjadi kebanggan bagi orang yang menyandangnya, tapi ingatlah dibalik jabatan itu ada tanggung jawab yang besar yang mungkin anda lalai untuk mempertimbangkannya sebelum menerima sodoran jabatan yang diberikan. Semua orang pada sebuah perusahaan memiliki kesempatan untuk mendaptkan promosi jabatan tak terkecuali ‘Programmer’ atau saya perluas sedikit menjadi ‘Staff IT’. Hal tersebut merupakan pengalaman saya saat ini, mengawali karir sebagai Programmer di sebuah Lembaga Pendidikan kemudian promosi jabatan sebagai Direktur Cabang.

Secara naluriah, tidak ada manusia yang tidak senang jika disodori posisi yang cukup bergengsi di perusahaan tempat dia bekerja. Awalnya saya tidak langsung menerima tapi karena ada dorongan dari teman-teman dan permintaan dari atasan sendiri, maka saya menerima. Saya berusaha berpikir positif saja, bahwa dengan menerima jabatan ini maka ada tantangan yang lebih besar menanti dan otomatis kesempatan untuk mengaktualisasikan diri menjadi lebih besar lagi. Dan tantangan itu menjadi lebih besar lagi karena saya diangkat disaat perusahaan sedang melakukan perampingan dan saya diminta untuk tetap melanjutkan juga pekerjaan sebagai programmer.

Sebelum lebih jauh menjalani tanggung jawab saya sebagai direktur cabang, seroang teman sempat memberikan nasehat bahwa dengan menjadi seorang Leader di Kantor Cabang maka kesulitan yang mungkin saya hadapi adalah bagaimana membiasakan diri dengan paradigma kerja seorang Leader. Seorang Leader harus memiliki kemampuan bekerja secara melebar (“Working Widely”), maksudnya adalah dia harus hampir bisa melakukan setiap item pekerjaan yang ada di kantor meskipun tidak secara mendetail, hal ini perlu agar kita sebagai Leader tidak asal mengevaluasi staff, karena betul-betul tahu bagaimana item pekerjaan tersebut dikerjakan. Bandingkan dengan pekerjaan sebagai Staff IT yang bekerja di tataran Teknis dengan skala pekerjaan yang sangat detail dan mendalam (“Working Deeply”). “terima kasih teman atas nasihatmu”..

Nasihat teman saya diatas sangat benar dan itu benar-benar saya temui dalam beberapa bulan ini, tapi kondisinya adalah saya sedang tidak dalam kondisi berada di salah satu kondisi kerja tersebut tidak “Working Widely” dan “Working Deeply”, karena kondisinya memang selain duduk di jabatan baru, tugas sebagai programmer tetap harus dilanjutkan. Ini artinya saya harus bekerja dengan dua mode kerja tersebut yakni “Working Wide & Deeply”. Dan saya akui saya sangat kesulitan di awal-awal ‘masa berat’ tersebut. Sekitar 6 bulan berjalan saya bahkan memaksakan kepada kantor pusat untuk menarik kembali satu staff yang sempat dirumahkan oleh perusahaan.

Kesulitan lainnya adalah komunikasi dengan staff  (maaf, saya tidak suka menggunakan kata bawahan). Sudah menjadi hal yang dianggap lumrah jika Staff IT di perusahaan-perusahaan dikenal sebagai sosok yang introvert. Mungkin ini ada benarnya. Pekerjaan seorang Staff IT mengharuskan ia lebih banyak berinteraksi dengan komputer dibanding dengan manusia. Kadang jika berinteraksi dengan manusia lain, itu lebih banyak dilakukan di dunia maya. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan saya di awal-awal masa jabatan. Terkadang saya mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan kepada staff pada saat rapat. Namun, rupanya hal ini butuh pembiasaan dan memupuk keberanian. Jika anda merasa sulit berkomunikasi dengan orang lain, maka jangan mempersulit keadaan dengan semakin mengurangi komunikasi dengan orang lain. Justru kita harus banyak berinteraksi dengan orang lain untuk mengikis sisi introvert kita.

Tantangan lainnya adalah kita harus belajar banyak hal. Dan ini menurut saya mengharuskan anda untuk tidak terlena dengan jabatan yang tengah diemban. Disisi lain hal ini memiliki sisi positif karena anda memiliki kesempatan bagi anda untuk berkembang lebih jauh. Saya nasihatkan kepada anda yang kini masih berstatus sebagai staff IT atau telah memiliki jabatan tertentu untuk mengembangkan pengetahuan Non IT, seperti Leadership, Marketing, Komunikasi, Edukasi, Self Development dan lain-lain. Agar anda tidak tampak sebagai orang bodoh di depan staff anda.

Demikian sedikit pengalaman yang saya ceritakan kepada teman-teman. Saran saya adalah jangan sekali-kali bekerja untuk meraih jabatan/posisi tertentu di perusahaan, bekerjalah untuk mengaktualisasikan diri. Jika suatu saat anda ditawari jabatan, jangan langsung terima, pikirkan dulu anda siap atau tidak, tapi jangan terlalu banyak pertimbangan, seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Jika anda merasa siap, tegaskan anda siap. Namun hindari terlalu percaya diri, karena di depan sana ada perkara yang tidak mudah menanti anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s