Paradox of Choice

Posted: December 3, 2010 in My Life

Saya tidak tahu istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh siapa? Istilah ini adalah sebutan untuk paradox yang sering terjadi ketika seseorang hingga tingkat perusahaan bahkan pemerintahan dihadapkan pada beberapa pilihan dimana terjadi kesulitan untuk mengambil keputusan dikarenakana terlalu banyaknya pilihan yang tersedia, bahkan dapat berujung pada kegagalan dalam mengambil keputusan.

Dalam hidup ini paradox of choice ini memang sering kita alami. Contoh kecilnya ketika saya harus menemani istri untuk membeli jam tangan baru. Saya membawa istri saya ke salah satu toko jam tangan terbesar dan terlengkap di Makassar, di toko ini hampir semua pilihan tampak bagus di mata istri saya waktu itu? “Jadi, pilih yang mana?” tanya saya waktu itu, dia malah bingung. Saya sudah merasa malu dengan pemilik toko karena istri saya telah hampir mencoba seluruh jam tangan yang ada di toko itu, tapi belum menentukan pilihannya. Malah ujung-ujungnya istri saya tidak berhasil menemukan jam tangan pilihannya. Akhirnya kami keluar dari toko tersebut tanpa hasil apa2. Saya sempatkan meminta maaf kepada pemilik toko, “Maaf ya?!, mungkin lain kali kami beli jam tangannya”. Pemilik toko hanya tersenyum.

Akhirnya saya mencoba membawa istri saya ke tempat saya dulu membeli jam tangan kesayangan saya, tokonya kecil dan tidak sebesar toko sebelumnya, koleksi jam tangan yang dijualnya pun tidak selengkap toko sebelumnya. Luar biasa, istri saya tidak perlu waktu lama untuk menemukan jam tangan yang diinginkannya.. wah wah.. Malah dia bilang, wah lebih bagus disini, koleksinya lebih bagus dan harganya lebih ringan. Lho, padahal produk di toko yang kedua ini kurang lebih sama dengan di toko yang sebelumnya, meski lebih sedikit.

Itulah¬† contoh paradox of choice dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita sulit mengambil keputusan ketika dihadapkan pada banyak pilihan, tapi justru dapat memilih dengan cepat ketika dihadapkan pada pilihan yang cukup. Jika kita terjebak pada paradox of choice ini, maka hal ini akan menghambat laju pekerjaan kita, karena sebagian besar waktu akan dihabiskan untuk memilih diantara banyak pilihan. Lalu bagaimana agar tidak terjebak oleh paradox ini? caranya gampang jangan mau terjebak. Cara untuk tidak terjebak oleh paradox ini adalah dengan melatih “intuisi” dan “visi” anda.

Intuisi semacam insting untuk memilih mana yang tepat, dan visi kemampuan untuk melihat ke masa depan, apakah akibat dari pilihan yang diambil untuk masa yang akan datang. Jika memang terlalu banyak pilihan, gunakan sistem filtering, dari semua pilihan filter pilihan yang betul-betul sesuai dengan intuisi dan visi anda. Lakukan berulang sampi terjadi pengerucutan, dan pilihan yang tersedia tinggal sedikit, dan anda akan dapatkan pilihan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s