Ada Wihdatul Wujud di Film Sang Pencerah?!

Posted: December 3, 2010 in My Life
Tags:

Hari Ahad kemarin saya menyempatkan diri untuk menonton film Sang Pencerah. Alasannya adalah “rasa penasaran” yang begitu tinggi terhadap film ini, karena mengangkat kisah hidup KH. Ahmad Dahlan, sosok pendiri persyarikatan Muhammadiyah.

Dulu saya sekolah di SMP Muhammadiyah. Di sekolah ini terdapat salah satu bidang studi yang hanya ada di sekolah-sekolah Muhammadiyah, namanya “Kemuhammadiyahan”, saya tidak tahu apakah saat ini bidang studi ini masih diajarkan atau sudah tidak lagi. Pada bidang studi ini salah satu hal yang kami pelajari adalah sejarah berdirinya Muhammadiyah termasuk riwayat hidup KH. Ahmad Dahlan. Jadi, sosok KH. Ahmad Dahlan sudah tidak asing lagi bagi saya, termasuk pola pikir dan dakwahnya di masa-masa awal berdirinya Muhammadiyah.

Makanya ketika mendengar kisah perjuangan KH. Ahmad Dahlan difilmkan, timbul rasa penasaran untuk membandingkan kisah yang saya dapatkan dari pelajaran di sekolah Muhammadiyah dulu dengan film ini. Dan ternyata memang ada hal yang berbeda. Pada film Sang Pencerah digambarkan ketika Muhammad Darwis (nama kecil KH. Ahmad Dahlan) merantau ke Saudi Arabia untuk menuntu ilmu digambarkan dengan jelas beliau disana belajar tentang Wihdatul Wujud. Adegannya dimulai ketika diakhir sholatnya dia bertanya : “Ainallah?” (Dimana Allah), kemudian dilanjutkan dengan adegan beliau belajar pada gurunya bahwa Allah berada dimana-mana.

Perlu kita ketahui bahwa faham Wihdatul Wujud adalah faham yang jelas-jelas sesat karena mensejajarkan Allah dengan makhluk dan menganggap Allah ada di mana-mana menyatu dengan segala hal yang ada di langit dan bumi. Jelas-jelas ini adalah perbuatan yang telah menyimpang jauh dari Aqidah Islam yang lurus. Sesatnya faham inipun kami dapatkan ketika belajar di sekolah muhammadiyah, jadi sangat tidak mungkin kalau muhammadiyah mengajarkan wihdatul wujud.

Dari sejarah yang saya pelajari, KH. Ahmad Dahlan bukanlah sosok yang memiliki faham Wihdatul Wujud. Ketika belajar si Saudi Arabia yang beliau pelajari adalah ajaran Islam yang murni yang menitikberatkan dakwah pada Dakwah Tauhid. Makanya diawal berdirinya yang paling getol diberantas oleh Muhammadiyah adalah penyakit TBC (Takhyul, Bid’ah, Churafat) yang merupakan simbol kesyirikan.

Sangat disayangkan jika film yang dimaksudkan sebagai pernghargaan atas beliau malah berisi fitnah terhadap dakwah yang beliau emban di masa lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s