Sebetulnya tidak ada yang sulit dengan mounting file iso di Windows 7, karena telah tersedia beberapa pilihan aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan ini. Tapi dari pengalaman saya, tidak semua aplikasi yang tersedia saat ini dapat berjalan dengan baik di Windows 7, mungkin karena belum support dengan Windows 7. Saya sempat berganti-ganti aplikasi untuk melakukan proses mounting, mulai dari Daemon hingga MagicISO. Semua memiliki kekurangan, tapi saya tidak berani memastikan akan terjadi juga di komputer anda. Karena ada banyak faktor yang memungkinkan terjadinya masalah tersebut.

Hingga akhirnya melalui proses searching di Internet, akhirnya ketemu aplikasi Mounting file ISO yang betul-betul stabil di Windows 7. Aplikasi tersebut adalah Virtual CloneDrive. Aplikasi yang didistribusikan secara gratis ini menurut pengamatan saya hingga saat ini dapat berjalan dengan baik di Windows 7, selain itu aplikasi ini mudah digunakan. Tinggal klik kanan file iso anda lalu pilih menu mount. Saat berjalan aplikasi ini juga sangat ringan sehingga tidak akan membebani memori komputer anda.

Tidak terlalu banyak fitur yang ditawarkan aplikasi ini. Satu-satunya fungsi yang dimiliki adalah melakukan mounting dan unmounting terhadap file image seperi iso, dvd dll. Walau begitu Virtual CloneDrive memiliki support untuk melakukan mounting lebih dari satu file iso atau dengan kata lain dapat bekerja multiple drive tanpa hambatan berarti.

Jika anda tertarik menggunakan aplikasi ini, anda dapat mengunjungi langsung website nya di :

http://www.slysoft.com/en/virtual-clonedrive.html

Promosi jabatan mungkin idaman setiap karyawan swasta maupun negeri. Ya, ‘salah satu’ parameter cemerlangnya karir seseorang adalah adanya jabatan yang diembannya. Segenap kemampuan dikerahkan, terkadang mungkin terpaksa ‘menyikut’ teman sendiri (kalau yang ini jangan ditiru), demi meraih simpati atasan. Tidak ada salahnya memiliki harapan untuk memiliki jabatan di Perusahaan anda, saya tidak akan melarang anda sepanjang menggunakan cara-cara yang ‘fair’.

Jabatan itu tak ubahnya sebuah mahkota yang menjadi kebanggan bagi orang yang menyandangnya, tapi ingatlah dibalik jabatan itu ada tanggung jawab yang besar yang mungkin anda lalai untuk mempertimbangkannya sebelum menerima sodoran jabatan yang diberikan. Semua orang pada sebuah perusahaan memiliki kesempatan untuk mendaptkan promosi jabatan tak terkecuali ‘Programmer’ atau saya perluas sedikit menjadi ‘Staff IT’. Hal tersebut merupakan pengalaman saya saat ini, mengawali karir sebagai Programmer di sebuah Lembaga Pendidikan kemudian promosi jabatan sebagai Direktur Cabang.

Secara naluriah, tidak ada manusia yang tidak senang jika disodori posisi yang cukup bergengsi di perusahaan tempat dia bekerja. Awalnya saya tidak langsung menerima tapi karena ada dorongan dari teman-teman dan permintaan dari atasan sendiri, maka saya menerima. Saya berusaha berpikir positif saja, bahwa dengan menerima jabatan ini maka ada tantangan yang lebih besar menanti dan otomatis kesempatan untuk mengaktualisasikan diri menjadi lebih besar lagi. Dan tantangan itu menjadi lebih besar lagi karena saya diangkat disaat perusahaan sedang melakukan perampingan dan saya diminta untuk tetap melanjutkan juga pekerjaan sebagai programmer.

Sebelum lebih jauh menjalani tanggung jawab saya sebagai direktur cabang, seroang teman sempat memberikan nasehat bahwa dengan menjadi seorang Leader di Kantor Cabang maka kesulitan yang mungkin saya hadapi adalah bagaimana membiasakan diri dengan paradigma kerja seorang Leader. Seorang Leader harus memiliki kemampuan bekerja secara melebar (“Working Widely”), maksudnya adalah dia harus hampir bisa melakukan setiap item pekerjaan yang ada di kantor meskipun tidak secara mendetail, hal ini perlu agar kita sebagai Leader tidak asal mengevaluasi staff, karena betul-betul tahu bagaimana item pekerjaan tersebut dikerjakan. Bandingkan dengan pekerjaan sebagai Staff IT yang bekerja di tataran Teknis dengan skala pekerjaan yang sangat detail dan mendalam (“Working Deeply”). “terima kasih teman atas nasihatmu”..

Read the rest of this entry »

Sebelum pergi ke loket PLN untuk membayar tagihan listrik ada baiknya terlebih dahulu mengecek jumlah tagihan yang harus anda bayar agar anda bisa mempersiapkan uang yang akan dibawa.

Untuk mengecek tagihan cukup Klik Disini.

Untuk mengetahui tagihan anda, terlebih dahulu ketahui dulu ID pelanggan PLN anda. Bagi anda yang belum mengetahui ID Pelanggan anda, anda bisa menemukannya di rekening listrik pada bulan-bulan sebelumnya yang anda peroleh pada saat membayar.

Mungkin masih jarang orang yang ingin mengetahui Nomor Pelanggan Telkom, karena belum tahu manfaatnya. Salah satu manfaat dari Nomor Pelanggan Telkom adalah untuk melakukan pengecekan tagihan telepon dan atau Speedy secara online melalui billing online PT. Telkom yang bisa diakses di : http://infobill.telkom.co.id. Selain itu masih ada manfaat lain jika kita bisa mengetahui Nomor Pelanggan Telkom kita.

Nomor Pelanggan bisa direquest di http://infobill.telkom.co.id/index.php?act=ask_noplg. Kita hanya diminta mengisi data pada sebuah form. Data yang diminta antara lain Nama, Nomor Telepon (tentu saja), Email, Propinsi dan Kota serta Pesan. Ingat, ketika memasukkan Nomor Telepon masukkan secara lengkap dengan kode areanya, misalkan nomor telepon anda 842xxx, dan lokasi anda di Makassar misalnya (0411) maka nomor telepon yang diketikkan adalah: 0411842xxx.

Nah, bagaimana jika anda ingin mengetahui User ID Speedy anda, misalnya saja secara tidak sengaja telah meng-“hard reset” modem anda dan ingin melakukan setting ulang, caranya adalah dengan menelpon ke 147, kemudian masuk ke layanan Data dan Internet, berikan penjelasan yang meyakinkan kepada operator call centernya, data nomor telepon dengan pemilik nomor harus sesuai dengan data yang sesungguhnya di database Telkom. Jika berhasil maka operator Call Center akan memberikan nomor user id speedy yang formatnya abcdefghijklmn@telkom.net dimana a-n adalah angka.

Lain halnya jika anda meminta password speedy anda, maka itu tidak bisa dilakukan dengan menelpon call center telkom, melainkan dengan mendatangi Plasa Telkom terdekat di Kota anda. Biasanya Costumer Care tidak akan memberikan password saat ini tapi memilih melakukan reset password kemudian memberikan password baru kepada anda.

OK itu tips dari saya untuk mengetahui nomor pelanggan Telkom dan nomor User ID Speedy, jika ada yang punya cara lain silakan sharing dengan memberikan komentar di bawah.

DVD Netbeans Gratis

Posted: December 3, 2010 in Tips n Trik
Tags: , ,

Bagi anda yang sedang ingin belajar/mendalami pemrograman dengan Java namun masih kekurangan referensi untuk belajar, saya sarankan untuk mengunduh DVD Netbeans yang dapat diunduh gratis.

DVD ini berisi file instalasi Netbeans ditambah tutorial Java dengan menggunakan Netbeans. Hingga saat dipostingnya tulisan ini, versi DVD yang bisa diunduh adalah versi 6.9.

DVD dengan ukuran 3,9 GB ini dapat diunduh di: http://edu.netbeans.org/dvd/

Memilih Bimbingan Belajar

Posted: December 3, 2010 in Tips n Trik
Tags:

Bimbingan Belajar kini telah menjelma menjadi kebutuhan bagi siswa-siswi sekolah di Indonesia. Tidak heran jika saat ini hampir di setiap kota di Indonesia terdapat lembaga bimbingan belajar. Banyaknya pilihan menjadikan siswa-siswi calon peserta bimbingan belajar, bingung untuk menentukan pilihan. Oleh karena itu saya berusaha memberi tips untuk para siswa-siswi yang berminat ikut bimbingan belajar agar tidak salah dalam menentukan pilihan.

– Observasi. Jika terdapat beberapa bimbingan belajar di kota kamu, maka saya sarankan untuk terlebih dahulu melakukan observasi ke setiap bimbingan belajar yang ada. Tanyakan hal-hal ini: kurikulum, kualitas tenaga pengajar, prestasi, kegiatan. Jika ada bimbingan belajar yang mengklaim prestasi luar biasa misalnya 99% siswanya lulus, atau 1001 dari 1003 siswanya lulus UN dan SNMPTN maka jangan langsung ditelan mentah-mentah, tanyakan validitas datanya, apakah betul mereka telah melakukan survey atau hanya klaim semata.

– Bertanya kepada Senior yang telah sukses. Jangan sungkan untuk bertanya kepada senior-senior kamu yang telah sukses di UN dan SNMPTN, dulunya mereka memilih bimbel apa?! Trus, ada tidak manfaat yang mereka dapatkan dengan bimbel di tempat senior kamu tersebut.

Itu dulu ya, nanti saya lanjutkan.

Hari Ahad kemarin saya menyempatkan diri untuk menonton film Sang Pencerah. Alasannya adalah “rasa penasaran” yang begitu tinggi terhadap film ini, karena mengangkat kisah hidup KH. Ahmad Dahlan, sosok pendiri persyarikatan Muhammadiyah.

Dulu saya sekolah di SMP Muhammadiyah. Di sekolah ini terdapat salah satu bidang studi yang hanya ada di sekolah-sekolah Muhammadiyah, namanya “Kemuhammadiyahan”, saya tidak tahu apakah saat ini bidang studi ini masih diajarkan atau sudah tidak lagi. Pada bidang studi ini salah satu hal yang kami pelajari adalah sejarah berdirinya Muhammadiyah termasuk riwayat hidup KH. Ahmad Dahlan. Jadi, sosok KH. Ahmad Dahlan sudah tidak asing lagi bagi saya, termasuk pola pikir dan dakwahnya di masa-masa awal berdirinya Muhammadiyah.

Makanya ketika mendengar kisah perjuangan KH. Ahmad Dahlan difilmkan, timbul rasa penasaran untuk membandingkan kisah yang saya dapatkan dari pelajaran di sekolah Muhammadiyah dulu dengan film ini. Dan ternyata memang ada hal yang berbeda. Pada film Sang Pencerah digambarkan ketika Muhammad Darwis (nama kecil KH. Ahmad Dahlan) merantau ke Saudi Arabia untuk menuntu ilmu digambarkan dengan jelas beliau disana belajar tentang Wihdatul Wujud. Adegannya dimulai ketika diakhir sholatnya dia bertanya : “Ainallah?” (Dimana Allah), kemudian dilanjutkan dengan adegan beliau belajar pada gurunya bahwa Allah berada dimana-mana.

Perlu kita ketahui bahwa faham Wihdatul Wujud adalah faham yang jelas-jelas sesat karena mensejajarkan Allah dengan makhluk dan menganggap Allah ada di mana-mana menyatu dengan segala hal yang ada di langit dan bumi. Jelas-jelas ini adalah perbuatan yang telah menyimpang jauh dari Aqidah Islam yang lurus. Sesatnya faham inipun kami dapatkan ketika belajar di sekolah muhammadiyah, jadi sangat tidak mungkin kalau muhammadiyah mengajarkan wihdatul wujud.

Dari sejarah yang saya pelajari, KH. Ahmad Dahlan bukanlah sosok yang memiliki faham Wihdatul Wujud. Ketika belajar si Saudi Arabia yang beliau pelajari adalah ajaran Islam yang murni yang menitikberatkan dakwah pada Dakwah Tauhid. Makanya diawal berdirinya yang paling getol diberantas oleh Muhammadiyah adalah penyakit TBC (Takhyul, Bid’ah, Churafat) yang merupakan simbol kesyirikan.

Sangat disayangkan jika film yang dimaksudkan sebagai pernghargaan atas beliau malah berisi fitnah terhadap dakwah yang beliau emban di masa lalu.